Selasa, 07 November 2006

Bonfire, kiamat dan perang




Setiap 5 November, UK memperingati kemenangan atas calon pengkhianat negara, Guy Fawkes. Dahulu kala, Fawkes dan friends berniat menghancurkan gedung parlemen kala MPs sedang bersidang.

Sayangnya, rencana Fawkes ketahuan. Dia terbukti menyimpan 20 kilo dinamit di bawah gedung parlemen. Fawkes dieksekusi. Setiap 5 November, UK mengadakan 'Bonfire Night' semacam 'memanggang' Fawkes tiap tahun.

Kalimat yg sering kita temui dari anak-anak ialah, "Pence for Guy", minta uang untuk beli kembang api. Begitulah.

Tiap tahun, pesta kembang api diadakan di tiap kota, besar dan kecil. Di Newcastle saja ada 6 titik pesta kembang api.

Sejak 2000, kami bilang dibilang ignore bonfire night. Satu, malam November biasanya sudah minus Celsius. Dingin bo. 2. Liat dari dalam rumah juga bisa. 3. Buang-buang waktu aja sih!

Akan tetapi, sejak Arik 'melek' dunia, kita mulai dibombardir dengan 'dunianya'.

"My teacher said not to forget the bonfire at Nunsmoor."

Saya dan suami beradu pandang.

Here we go again.

Susahnya punya anak mulai besar, dia mulai include dengan kehiduapn teman-temannya, termasuk, misal, halloween party 9kita pura-pura sibuk), atau birthday party (kita nggak ngingeti hari 'h'-nya) dsb.

Beberapa hari sebelum 5 November, Arik sudah nagging. Can we go? Can we see? Please??

Nunsmoor park sebenarnya hanya 5 menit jalan kaki. Acaranya jam 6 pm. Which is masih sore. Dan mungkin tak terlalu dingin.

Sooo.....dengan sarung tangan, hat, scarf berjalanlah ke sana.

Wow, jalan penuuuh!!

Asli, suprise!! Banyak banget penontonnya?

Muhammad maksa jalan duluan.

Kita sampai 6 menit sebelum bonfire dimulai. Alhamdulillah dapet tempat hampir dekat kanor BBC. Sengaja milih dekat 'first aid point'. Kalau-kalau...

10...9..8..7...6..5..4..3..2...1..

Segala macam jenis kembang api....you name it. Yang merah, ungu, kuning, hijau, biru...

Yang berdezing, berdecit, berdentang...

Yang lurus, bengkok...

Yang tiga kali mengembang....

Yang hadir meng 'aaaa'...'oooo'....'wow'...

Ada yang loncat-loncat. Ada yang pelukan.

Satu jenis kembang api, meluncur seperti roket, lalu meledak dengan keras...sungguh menciutkan hati saya. Beginikah telinga saudara-saudara di Palestine? Di Iraq? afghanistan?

Lalu, bunyi 'tat tat tat tat' dan 'dezziiing'...

Sungguh, mata saya memanas. Inilah lagu harian mereka, saudara di tanah konflik.

Saya dengan keyakinan bahwa minimal kemungkinan kembang api menyerbu saya....mereka dengan takut dan cemas, jangan-jangan semburan tembakan setelahnya mengenai mereka; roket yang berikutnya menghancurkan rumah mereka.

Ketika bunyi itu satu sama lain sambung-menyambung, memuncratkan api di mana-mana....Beginikah jika bintang-bintang bertabrakan dan bumi porak-poranda? Kiamat?

Ah, bonfire...







Posting Komentar