Senin, 22 Oktober 2007

Sholat Wafa 'Iniminimanimo'

Dua bujang sudah sholat rutin 5 waktu, sedang Wafa belum terlalu strick. Jika Imun sholat, dia selalu diajak. Namun, jika Imun tidak, menyuruh dia sholat.

Selalu, pulang sekolah, nyuruh sholat dia begini, £Wafa sholat, please."

"How many sholatnya?"

"Four."

"Four? I cannot do four."

"So, how many can you do, then?"

"Can I do two?"

"Okay."

Jadi, sholat Dhuhur dan ashar selalu dipotong jadi 2. Kalau Isya dia tidak sholat. Sudah jamnya tidur.

***

Sekali dia sholat Dhuhur dengan Imun. Ketika seharusnya baca al fatihah dan surah pendek, dia berbibisk, "Iniminimanimo."

Amppuuun.

Pas ditanya, "Why did you say iniminimanimo, Wafa?"

"Because I like it,"jawabnya dengan cuek.

Tinggal Umi rolling the eyes.

***

Sekali,

"I can do sholat four, now!" Ini the latest.

"That's great. Do it, then."#

Setiap sujud yang kedua, mau bangkit berdiri dia bersuara, "One."

Lalu. "Two."

sampai, "Four."

jadi dia counting rakaatnya that way.

Hi hi hi.

Agaian, "Wafa, you should not count your sholat that way. Just do it in your heart."

"Okey." Masih dengan gaya cueknya.

Ketika satu kali sholat tanpa macam-macam, dengan manisnya dia bertanya, "Is my sholat nice?" I did not say iniminiminimo, I did not count as well."

"Yes, welldone, Wafa. It's excellent!"

Tinggal ngajarin dia doa-doa tertentu.

 

Posting Komentar