Kamis, 31 Mei 2007

Sederhananya Kebahagiaan Anak-Anak

Di luar sunny setelah 5 hari Newcastle diguyur hujan dan disaputi awan. Udara pun mulai beranjak ke atas 10C. Which is very comfortable. Tidak berangin pula.

'Anyone would like to enjoy tent outside??'

'Yes! Yes! Yes!'

'I can as well insya Allah, make you pasta and tuna for lunch'

Mata-mata itu berbinar-binar.

Akhirnya cari-cari kain usang yang lebar. Dapat taplak yang dulu dibeli di car boot, yang sudah ternoda cipratan teh. cari hammer dan palu. Akhirnya Umi gendut maku-maku dinding halaman. Perobaan pertama, gagal. Cari bagian soft yang sudah berjamur. berhasil. Eh, sisi satunya ketemunya dinding keras semua. Malah terpaku tangan, he he he. sakit juga.

Setelah dua sisi kain terpasang  ke dinding halaman, mengeser besi jemuran ke depannya dan memasang peg pada dua sisi satu lagi. Jadilah atap tenda.

Mencari sleepingbag (yang dulu ditemukan di jalan, ehm), menghamparkan di bawah 'atap', hupla, tenda 'ngasal' Umi tegak sudah.

Bocah kegirangan.

Ada yang cari buku (Arik: katalog Argos....dia ambil dan bawa sendiri dari Argos pas kemarin kita ke sana cari sesuatu)

Ada yang cari bantal-bantal (Wafa dan Muhammad)

Ada yang cari 'toy' (Muhammad: kartu-kartu timetable)

Ada yang cari teddy bear (Wafa)

Di sisi satu, Wafa memarkir sepedanya.

Muhammad marapikan sepatu-sepatu di satunya lagi.

Duh, bocah.

Indahnya masa kanak-kanak.

_____________________________

ps:

Duluuuuu, seusia Arik, saya sering membawa sepiring nasi ke dalam 'tenda kampung' saya. Terbuat dari kayu bakar Mak yang ditata seling-silang, membentuk ruangan segi empat. Atapnya sarung Mak. Di bagian depan diselipkan dua kayu lagi sebagai meja. Jadilah 'tenda kayu ukuran 50 cm X 50 cm X 100cm. Cukup lega untuk anak kecil. Dan serasa gimanaaaaa gitu, punya satu tempat, just for me, with my plate of rice...

 

 

Posting Komentar