Kamis, 05 April 2007

What will It be? ...(Sister of Brother??)

Rabu kemarin, jadual scan 20 pekan. Anak-anak sudah counting the day tiga pekan sebelumnya. Mereka excited. Mereka kehilangan scan yang 13 pekan karena sekolah.


Muhammad sempat minta bolos saja dari sekolah, karena ingin ikut liat baby in Umi's tummy. Ya, nggak mungkin dong.


Akhirnya, mereka berharap sekali untuk scan kali ini. Sejak sehari sebelumnya mereka sudah merancang 'itinery' perjalanan ke RVI. Saya memang menyarankan kita piknik dulu di Leazes park sebelum menyeberang ke RVI. Makin excited deh tuh.


Dengan berbekal donat, crips, fruit (this is what we call a balance diet, he he heh  * mau bikin nasi dan mie nggak sempet....*) kita jalan ke st james Park. wuih, baru keluar pintu, jalan 5 langkah udah berhenti lagi. Buka jaket!! Panas bo!


Spring and summer have come!


Anak-anak sukaaa jalan seperti itu.


Sayangnya, nggak sempat main dulu di taman, karena sudah telat. Abi menyongsong sampai ke dekat danau.


Sampai di RVI, ada bouncy castle mini di ruang tunggu. Asyik lah mereka seluncuran sampai tiba giliran di scan.


'Sorry, I am bringing a whole troop'. Masuk Abi, dan tiga bocah.


'Indeed you are.' Scanner itu tersenyum ramah menyilakan yang lain duduk di sekitar tempat tidur.


Arik, Muhammad, dan Wafa awalnya lebih banyak memperhatikan gagang scanner. Tapi, kami sering mengembalikan perhatian mereka ke monitor.


'So, what would like? Baby boy or girl?' Scanner mengalihkan perhatiannya pada para bocah.


'Baby boy." Arik mumbling. Di rumah, Arik biasanya nambahin, 'but not naughty as Muhammad....atau 'So, we can have a football team'


Muhammad bilang, 'Baby girl.'


'And you, what do you want?'


Wafa soalnya diem saja.


'She is more familiar with baby sister or brother,' saya tertawa.


Semua yang bisa diperiksa nampak normal. Keliatan isi otak baby, nampak darah memompa masuk keluar jantungnya. Bahkan bladdernya juga dilihat. Dilihatkan bibir bawah-atas untuk melihat cleft.


'Okay, are you ready?' Scanner melihat pada anak-anak.


'Who wants baby brother?'


Arik angkat tangan.


'Who wants baby sister?'


Muhammad dan Wafa angkat tangan. (Wafa malu-malu)


'You are going to have.....baby brother.'


Diam.


Ha ha ha.


Bahkan Arik juga tidak nampak antusias. Kali mikir, hopefully tidak naughty kayak Muhammad.


Sedikit ada rasa kuatir. Kekuatiran yang sama ketika mengetahui anak kedua juga bujang. Saya tidak ingin kasih sayang saya berkurang pada salah satu dari mereka, namun tidak mengurangi cinta pada yang newcomers.


Arik special karena dia sulung. Wafa special karena dia perempuan satu-satunya. Muhammad special karena dia anak tengah. Jika ada satu bujang lagi? Bagaimana cara supaya cinta dan kasih itu sama dan merata?


Insya ALlah. Memohon pada Allah supaya diberikan keadilan dan kejujuran. Serta selautan kasih sayang dan cinta.


'Muhammad tidak akan kurang dapat perhatian.' Kata Abi, ketika saya menguatirkan jika nanti Muhammad yang kurang dapat bagian. 'Dia pintar'.


Ah, kepintaran akademis Muhammad tidak jaminan dia mendapat limpahan kasih sayang dari orang sekelilingnya.


'Pintar?' Umi masih berkerut kening.


'Pintar mencari perhatian.' Abi tersenyum lebar.


Umi nyengir.


Kayak siapa ya?..............


 

Posting Komentar