Minggu, 04 Desember 2005

Too Early Winter...Dzikrul Maut

North East England, which is Newcastle sekitar, termasuk Durham, Alnwick, dll memiliki cuaca yang ....kata orang bule,...the coldest. Sebenarnya nggak juga sih. Winter tahun lalu, saat daerah tengah drop sampai -10C, Newcastle masih bertahan dengan -4C. Untuk ukuran winter, ini mild :-D


Kata the coldest, menurut pendapat saya, karena saat summer, newcastle relatively sejuk. Ini karena terletak di tepi samudera hingga tiupan angin laut mendinginkan udara yg udah merangkak 28C itu. Ini sih, jarang juga kejadian. Paling banter mah 24C.


Nah, masalahnya, tahun ini predicted to be the harshest...coldest winter ever in a decade. Wiiii.


Betul juga, sodara-sodara. 8 November lalu, saat Subuh, tiba-tiba salju turun. Kita asli terlongo. Karena  salju biasanya turun akhir Desember. It was just too early! Walaupun begitu menyentuh bumi, salju melted. Tinggal sisa-sisa salju di atas daun yg bisa diliat pas nganter anak sekolah.


3 pekan kemudian, tiba-tiba saja terjadi havoc, chaos di berbagai kota, karena mendadak salju turun...jalanan belum digrid...ratusan cars were abandonded, roads were deserted...dan banyak nenek/kakek yang jatuh sakit...bahkan sampai meninggal karena cold-related illness.


Tentang pensioners...ini masalah klasik, yang selalu membuat saya ternganga. Bagaimana mungkin, negara semaju Inggris membiarkan ratusan kakek/nenek per pekan meninggal karena tidak ada heater? Karena uang pensiun mereka hanya 75 pound/week, mereka terpaksa tidak memakai gas....karena kadang beli gas sistem top-up  means, at one point, you just can't buy it nomore....Kejadian yang sering terjadi ialah, nenek/kakek keluar selimut...mendapati rumah kaku seperti es....mau menghidupkan heater, terjatuh karena kedinginan....dan meninggal karena hipotermi....Atau....tidak bisa menghidupkan heater...karena memang tidak ada  lagi kredit gas!!!


Akhir November, Blair terpaksa mengeluarkan kebijakan mendadak...jika udara turun drastis selama lebih dari sepekan, maka gaji pensiunan otomatis dinaikkan. Mirip subsidi BBM gak sih?


Eniwei, akhir November lalu saya ke Glasgow...Udara masih sekitar -4C.  saat mendudukan ekor di kursi kereta api GNER, tiba-tiba saja kedua hidung saya tersumbat. Habis! Tidak ada udara yang bisa keluar dan masuk. Terlalu dingin, kali. Saya pikir, 5 menit lagi, they would be cleared.


TIDAK.


Terhitung sejak jam 7 pagi....sampai jam 7 malam....kedua hidung saya 98 persen tersumbat!! Bayangkanlah mengisi pengajian dengan kedua hidung tersumbat! Kaliamat 'mengingat Allah dalam hening malam....mengakui dosa-dosa pada Pencipta'....adalah kalimat yang tidak bisa saya ucapkan!!


Bahkan menelan ludah saja jadi menyakitkan. Karena saat menelan ludah natural, ada angin yang keluar lewat hidung....dan ketika itu tidak bisa.... Allah....


Mengatur timing antara bicara...menarik nafas....dan menelan ludah!! Jika tidak pas....saya bisa tersedak....dan KEMATIAN!! Karena 3 menit jalur nafas tersumbat.....seseorang bisa meninggal. Belum lagi saat buka puasa....minum air...


Sungguh, air mata saya mengalir....Dekat kematian itu....begitu banyak nikmat Allah...


Fabiayyi 'ala i robbikuma tukadz dziban...


 


 

Posting Komentar