Jumat, 26 Oktober 2007

Other funny moments

Abi sedang main quis dengan dua bujang ttg para Nabi dan Rasul.

"What is Prophet Ibrahim's son name?"

"Ismail!"

Wafa dengan kalemnya nyeletuk, "I got Ismail in my class."

Hi hi hi.

"Who was the prophet who had another prophet as a cousin?"

"Harun!"

"I got harun in my class, too." Masih sambil menggaris-garis.

"Who was the most handsome prophet ever?"

"Yusuf!"

"I have yusuf as well in my class."

Hi hi hi.

"Who was the prophet who asked by Allah to slaughter his son?"

"Ibrahim!"

"I got...."

Sebelum Wafa selesai nyeletuk, ada yang memomotng. "You got a brother named Ibrahim as well, kan?"

"Yeah." Wafa mendongak dari kertasnya.

Ha ha ha.

****

Arik sering complaint, kenapa dia harus menjadi nomor satu melakukan apa saja, misal gosok gigi, pas mau bobo dsb.

Sekali, menggerutu dia protes lagi. "Why do I always to be the first to do everything?"

Dengan ringan Umi menjawab, "I also don't know why Allah gave me you as the first child."

Abi tertawa keras.

Abang Arik manyun.

***

 

Senin, 22 Oktober 2007

Sholat Wafa 'Iniminimanimo'

Dua bujang sudah sholat rutin 5 waktu, sedang Wafa belum terlalu strick. Jika Imun sholat, dia selalu diajak. Namun, jika Imun tidak, menyuruh dia sholat.

Selalu, pulang sekolah, nyuruh sholat dia begini, £Wafa sholat, please."

"How many sholatnya?"

"Four."

"Four? I cannot do four."

"So, how many can you do, then?"

"Can I do two?"

"Okay."

Jadi, sholat Dhuhur dan ashar selalu dipotong jadi 2. Kalau Isya dia tidak sholat. Sudah jamnya tidur.

***

Sekali dia sholat Dhuhur dengan Imun. Ketika seharusnya baca al fatihah dan surah pendek, dia berbibisk, "Iniminimanimo."

Amppuuun.

Pas ditanya, "Why did you say iniminimanimo, Wafa?"

"Because I like it,"jawabnya dengan cuek.

Tinggal Umi rolling the eyes.

***

Sekali,

"I can do sholat four, now!" Ini the latest.

"That's great. Do it, then."#

Setiap sujud yang kedua, mau bangkit berdiri dia bersuara, "One."

Lalu. "Two."

sampai, "Four."

jadi dia counting rakaatnya that way.

Hi hi hi.

Agaian, "Wafa, you should not count your sholat that way. Just do it in your heart."

"Okey." Masih dengan gaya cueknya.

Ketika satu kali sholat tanpa macam-macam, dengan manisnya dia bertanya, "Is my sholat nice?" I did not say iniminiminimo, I did not count as well."

"Yes, welldone, Wafa. It's excellent!"

Tinggal ngajarin dia doa-doa tertentu.

 

Minggu, 21 Oktober 2007

"Five currant bun on the baker shop ...."Lagu plesetan Wafa

Sejak Ibrahim masih dalam kandungan, Wafa paling rajin menyapa adiknya, atau menyanyikan nursery rhymes. Paling sering itu, ba ba black sheep, twnkle little star, atau the baker shop. Dia juga sering menciptakan lirik sendiri.

Sekali, sambil keluar kamar, setelah dia puas bernyanyi untuk adiknya, dia bersenandung,

"Five 'o'ok'  in the baker shop.....*o'ok = bab*

Round and fat with the cheryy on top.

Along came Uni Wafa with a penny one day..."

Terdengar diam sejenak. Lalu, "Oh no, I don't like o'ok."

Uni ngikik sendiri

The Grass don't like IT!

Pagi kemarin berjalan berlima. Ibrahim di atas pushchair, tiga bocah di sisi kiri kanan. Ketika lewat jalan pintas (masuk kompleks General Hospital), Umi menghentikan pushchair dan menghampiri semak-semak, mengeluarkan sesuatu bersebab batuk.

Tau kan? D*@ak.

"What did you do, Umi?"

"Took out something from my mouth."

"I know what's that." Arik menyebutkan namanya.

"Yuck." Muhammad.

Pura-pura cool. "Do you know why Umi did it? Not just spit it on the road?"

"No. Why?"

"Because, Rasulullah said, when you spit, you should not bother people, cover it with sand. So, spit it on the road id agaist what rasul wanted us to do. So, I spit on the grass, out of people's way."

"I bet the grass don't like it." Muhammad AGAIN.

"Well, in fact, the grass like it."

"Yeuch, how?"

"Because the grass lives on germs. My spit full of germs."

Umi mulai ngaco dah. Maksud germs yang pertama adalah cacing, kompos dan teman-teman. Lha, d*@#k apa memiliki germ yang sama?

At least, until they learn proper Biology, Umi is safe, he he he

Jumat, 19 Oktober 2007

The Beauty of Creation/ Autum




Sebelum perayaan lebaran bersama di Nunsmoor, sengaja jalan di belakang, motret yang bisa.
Sampai Abi terpaksa retraced the path, kuatir Umi 'nyasar' ke tempat perayaan lain, he he he

Minggu, 14 Oktober 2007

Foto untuk Mak Enggi dan mak Tuo




Berjanji untuk memuat foto-foto anak2 terbaru. Adik sudah bisa mengakses multiply dan memprint foto-foto kemenakan sehingga paman yang lain dan kakek anak2 bisa ikut melihat. Keponakan di Pekan Baru menjadi simpul untuk keluarga sebelah Bukittinggi.

The joy of technology.

Minggu, 16 September 2007

Kejujuran = Bikin Malu

Muhammad cenderung perhatian dengan sekitar dan kritis.

Seperti kebiasaan hari libur, mereka main ke rumah 'Auntie Atas'. Ada pasangan muda Libya menggantikan keluarga Amal. Sang istri, ketahuan namanya Marwah, suka dengan anak-anak dan sering mengajak ngobrol bocah di halaman belakang dan akhirnya ngajak mereka main ke rumahnya.

Awalnya setiap Umi ngajak Marwah ngobrol, dianya selalu kayak terburu-buru. Atau menghindar. Kata suami Marwah, istrinya tidak bagus berbahasa Inggris. Namun, dengan anak-anak,  komunikasi dia lancar sekalee.

Anak-anak yang memberi tahu nama Auntie: Marwah. Nama uncle Ahmad atau siapa gitu. Kurang jelas. Termasuk, tanggal berapa auntie ulang tahun, kek kek kek *note: Bulan lalu ada tiga yang ulang tahun di rumah, jadi 'isu' ulang tahun cukup marak*

Oh iya, Auntie sangat populer karena selalu menghadiahi bujang dan gadis dengan kue, coklat, sampai es krim. *Umi juga mauuu*

Ketika satu kali mereka main ke rumah Auntie, Muhammad diberi makanan. Dengan lugu dia bertanya, "Is your food halal?"

"Ofcourse, I am Muslim. All my food is halal." jawab Auntie.

Pulangnya Muhammad lapor sama Umi. "Mi, all Auntie food is halal."

"How do you know?"

"I asked Auntie."

"What did you ask?" Umi udah deg degan.

"I said, is your food halal? And she said all her food is halal."

*konsep is dan are masih kacau*

Ohmygod!! Umi maluuuu.

"Muhammad, it is not really nice to ask that question. You know she is Muslim...."

******

Satu hari Abi ketawa-tawa cerita.

"Tadi, orang atas merokok di depan pintu belakangnya. Terus Muhammad nanya sama Abi, 'Is Muslim allowed to smoke?'"

Umi ternganga.

"Muhammad dan Abi di mana?"

"Di halaman belakang."

"Unclenya dengar nggak?"

"Ya nggak tau."

"Abi jawabnya gimana?"

Kurang ingat jawaban Abi apa, karena Umi udah keduluan panik dot kom.

Harapannya, dia terus kritis....cuman juga sensitif. Amiin